YPM Al Fitrah

Karakter Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah: Membangun Generasi Berakhlak dan Berilmu

Oleh : Sulaeman, M.Pd.I

Bandung, 20 Agustus 2025

           Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah berdiri sejak tahun 2004 dimulai dari tingkat TKIT, tahun 2006 berdiri SDIT dan tahun 2017 berdiri SMPIT Al Fitrah.  Lembaga pendidikan ini  berada di bawah naungan Yayasan Pembina Masjid Al Fitrah (YPMA) Margahayu Raya. Sekolah ini  merupakan sekolah yang berbasis Islam sesuai dengan namanya.

Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran akademis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sesuai dengan ajaran Islam. Dalam konteks pendidikan, karakter Islam mencakup pengembangan akhlak, kepribadian, dan keterampilan yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Berikut adalah beberapa aspek penting dari sekolah berkarakter Islam.

 

1.Pendidikan Akhlak dan Moral

        Salah satu tujuan utama dari sekolah Islam Terpadu Al Fitrah adalah membentuk siswa yang memiliki akhlak mulia. Kurikulum yang diterapkan mencakup pelajaran tentang akhlak, adab, dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman akhlak dan adab tidak hanya sekedar pengetahun di ruang kelas, tetapi yang utama adalah di terapkan melalui pembiasaan dalam perbuatan sehari-hari baik di sekolah mapupun di rumah. Selain dari itu teladan dari pendidik, tenaga kependidikan dan semua stakeholder sekolah menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pendididk dan Tenaga Kependidikan Al Fitrah harus menjadi contoh dan terdepan dalam menerapkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.  Melalui pengajaran ini, siswa diajarkan untuk menghormati orang tua, guru, dan sesama, serta memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

2. Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Agama

        Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah tidak mengenal adanya dikotomi ilmu pengetahuan, Ia berusaha mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan ajaran agama Islam. Siswa tidak hanya diajarkan mata pelajaran umum seperti matematika, sains, dan bahasa, tetapi juga diajarkan untuk melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dan keyakinan dalam diri yaitu nilai-nilai keislaman. Sebuah keyakinan yang kuat bahwa semua ilmu itu dari Allah untuk menunjang kehidupan manusia agar sesuai dengan titah dan perintah-Nya.  Hal ini membantu siswa untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi.

3.Lingkungan yang Mendukung

        Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah menciptakan suasana yang mendukung pembelajaran dan pengembangan spiritual. Kegiatan seperti pembiasaan shalat berjamaah, pembiasaan ngaji dan belajar Al Quran, Pembiasaan akhlak dan adab sehari-hari ( seperti adab makan, adan masuk WC, adab masuk ruangan, adab bertemu dengan guru dll) dan perayaan hari besar Islam menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, sehingga siswa terbiasa dengan praktik ibadah dan nilai-nilai keagamaan. Lingkungan fisik juga sangat diperhatikan, mulai dari penyediaan kamar mandi/Tolilet di Setiap ruang kelas, sarana masjid yang luas dan lingkungan yang bersih. Hal ini diciptakan untuk mendukung kegaitan belajar siswa.

4.Kegiatan Ekstrakurikuler yang Berpariasai dan Berbasis Nilai

        Sekolah Islam Terpadu Al Fitrah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan potensi siswa. Kegiatan seperti olah raga dengan berbagai cabangnya, bahasa, Keagamaan, kegiatan sosial, dan bela negara yang diwujudkan dalam kegiatan paskibra dan pramuka menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk bekerja sama, berempati, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini pula siswa dapat manyalurkan minat dan bakatnya dan mampu berprestasi baik dalam sekala lokal, nasional bahkan internasional.

5.Pendidik dan tenaga kependidikan yang ramah dan penyayang

        Pendidik dan tenaga kependidikan disekolah merupakan hal yang sangat penting perannya. Ia menjadi sumber teladan bagi semua siswa. Karakter yang ditampilkan oleh guru adalah karakter yang disukai oleh semua orang yaitu ramah dan penyayang. Ramah kepada siapapun dan penyayang kepada murid-muridnya. Selogan 5 S atau Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun, menjadi budaya bagi seluruh warga sekolah. Pelayanan kepada siswa dan orangtua tidak hanya sebatas pelayanan pengajaran di kelas, tetapi diluar kelaspun menjadi perhatian yang sangat penting.

 

Editor & Admin : M. Sansan Nurul Anwar, S.M.

Scroll to Top