YPM Al Fitrah

Menjaga Kondusivitas Institusi Pendidikan di Tengah Dinamika Politik Indonesia

Oleh : Muhammad Sansan, N.A, S.M

Selasa, 2 September 2025

Indonesia saat ini tengah menghadapi dinamika politik yang cukup dinamis. Suasana yang penuh perbedaan pandangan seringkali menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Kondisi ini bisa saja berimbas ke berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan, apabila tidak dikelola dengan baik.

Namun, institusi pendidikan seharusnya tetap menjadi ruang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa, guru, serta seluruh elemen yang terlibat di dalamnya. Sebab, pendidikan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.

Mengapa Kondusivitas Pendidikan Penting?

  1. Menjaga Fokus Belajar
    Siswa membutuhkan suasana yang tenang dan positif agar dapat menyerap ilmu dengan baik. Lingkungan pendidikan yang gaduh akibat isu politik akan mengganggu konsentrasi mereka.
  2. Mencegah Polarisasi
    Perbedaan pandangan politik adalah hal wajar. Namun, jika masuk ke ruang kelas tanpa kontrol, bisa memunculkan polarisasi antar siswa, guru, bahkan orang tua.
  3. Mengajarkan Netralitas dan Etika
    Sekolah adalah tempat terbaik untuk melatih anak-anak agar berpikir kritis sekaligus memahami etika perbedaan pendapat, tanpa harus saling menjatuhkan.

Landasan Al-Qur’an dan Hadis

Islam sangat menekankan pentingnya persatuan dan menjauhi perpecahan. Allah SWT berfirman:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”
(QS. Ali Imran: 103)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ayat dan hadis ini mengingatkan bahwa persatuan adalah pondasi kokoh untuk membangun kekuatan umat, termasuk dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan pusat persaudaraan dan penguatan nilai.

Langkah-Langkah Menjaga Kondusivitas di Sekolah

  1. Menekankan Nilai Kebangsaan dan Persatuan
    Guru dan lembaga perlu terus menanamkan nilai Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, serta akhlak mulia sebagai dasar membangun persaudaraan.
  2. Membatasi Masuknya Isu Politik Praktis ke Sekolah
    Sekolah bukan panggung politik praktis. Semua civitas akademika perlu sepakat menjadikan sekolah sebagai zona netral dan fokus pada pengembangan akademik dan karakter.
  3. Mendorong Dialog Positif
    Jika ada isu nasional yang ramai dibicarakan, guru bisa mengarahkan diskusi dengan cara yang edukatif. Bukan sekadar debat, tetapi menumbuhkan pemahaman kritis dan solutif.
  4. Memperkuat Peran Orang Tua dan Komite Sekolah
    Kerjasama dengan orang tua sangat penting untuk memastikan lingkungan rumah juga kondusif, sehingga siswa mendapatkan dukungan penuh.

Penutup

Kondisi politik di Indonesia boleh saja dinamis dan penuh warna, tetapi sekolah harus tetap menjadi zona aman, netral, dan kondusif. Dengan menjaga fokus pada visi pendidikan, menanamkan nilai persatuan, serta memperkuat komunikasi antar semua pihak, institusi pendidikan dapat terus melahirkan generasi soleh, cerdas, kreatif, dan berdaya saing meski berada di tengah situasi politik yang bergejolak.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat: 10:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Karena sejatinya, pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Maka, menjaga kondusivitas sekolah adalah bentuk nyata dari menjaga masa depan Indonesia.

Scroll to Top